Ilmuwan Rusia Ciptakan Tes Paru Akurasi 90% Tanpa Biopsi

 

Para peneliti dari Universitas Negeri St. Petersburg dan Pusat Riset Medis Nasional Almazov mengembangkan model matematis baru untuk membedakan dua penyakit paru “kembar” hanya melalui sampel darah rutin. Metode ini bisa menghindari prosedur invasif seperti biopsi.

*Cara Kerjanya*

Algoritma ini menganalisis perbandingan sel imun, khususnya sel T regulator dan sel B memori. Dengan cara itu, akurasi pembedaan kedua penyakit mencapai sekitar 90%.

Mengapa penting? Karena tuberkulosis dan sarkoidosis sangat mirip saat dilihat dari rontgen dan mikroskop.

*Tuberkulosis* bersifat menular dan pasien harus diisolasi.

*Sarkoidosis* tidak menular dan termasuk penyakit autoimun.

*Masalah yang Diselesaikan*

 

 

Saat ini tingkat salah diagnosis untuk dua penyakit ini mencapai 40–60%. Akibatnya pasien bisa mendapat pengobatan yang tidak efektif atau justru berbahaya.

Sistem baru ini sepenuhnya otomatis dan akan menandai kasus yang meragukan untuk dites lebih lanjut. Dengan begitu, dokter terhindar dari rasa percaya diri yang berlebihan pada hasil yang tidak pasti.

Meski biopsi tetap jadi standar emas untuk kasus kompleks, metode ini menawarkan alternatif noninvasif yang bisa diulang untuk skrining awal. Tujuannya mengurangi prosedur yang tidak perlu dan mempercepat diagnosis sejak dini.

Sumber: @SputnikInt

Divisi Investigasi Lidik Krimsus RI

Editor – Vikha

 

Related posts