Persatuan dan kesatuan yang utuh untuk kabupaten Mojokerto,Imbuan dari Prof.Dr. KH. Asep Syaifudin Chalim

Moojokerto –Dualisme dalam organisasi kepala desa di Mojokerto mendapat perhatian dari Prof. Dr. KH. Asep Syaifudin Chalim, M.A., Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Beliau menyarankan agar para kepala desa mengedepankan persatuan demi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.

Menurut Prof. Dr. KH. Asep Syaifudin Chalim, perbedaan pendapat dalam organisasi merupakan hal yang wajar, tetapi harus disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan perpecahan. “Saya berharap para kepala desa dapat menyatukan visi dan misi demi kepentingan rakyat. Kepemimpinan di tingkat desa memiliki peran strategis dalam pembangunan, sehingga perlu sinergi dan kebersamaan,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik serta musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan. “Jika ada perbedaan pandangan, sebaiknya diselesaikan dengan cara yang baik, melalui dialog yang konstruktif. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan akibat perpecahan di tingkat organisasi kepala desa,” tambahnya.

Selain itu, Prof. Dr. KH. Asep Syaifudin Chalim menegaskan bahwa pemimpin desa harus memberikan teladan dalam menjaga harmoni sosial. “Sebagai pemimpin di tingkat akar rumput, kepala desa harus menunjukkan kebersamaan dan persatuan. Itu yang menjadi cerminan kepemimpinan yang baik dan berkualitas,” tuturnya.

Dengan adanya dorongan untuk bersatu, diharapkan para kepala desa di Mojokerto dapat kembali menjalin kebersamaan, mengutamakan kepentingan masyarakat, dan terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.(Lyn)

Related posts