Perkembangan terbaru dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kembali menyita perhatian. Polisi memastikan seluruh barang bukti utama yang disita dari rumah Febrie, mulai dari emas batangan hingga uang dalam berbagai mata uang, dinyatakan asli setelah melalui serangkaian pemeriksaan forensik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan, sebanyak 74 batang emas lantakan dengan total berat 74,01 kilogram telah diperiksa oleh PT Pegadaian. Hasilnya, seluruh emas tersebut memiliki kadar 23 karat.
“Barang bukti berupa 74 batang emas lantakan dengan total berat 74,01 kilogram memiliki kadar 23 karat berdasarkan hasil pemeriksaan PT Pegadaian,” ujar Budi di Kejaksaan Agung, Jumat (17/7/2026).
Tak hanya emas, uang tunai dalam jumlah besar yang turut disita juga dipastikan asli.
Berdasarkan pemeriksaan Bank Indonesia, sebanyak 71.082 lembar uang rupiah dengan nilai Rp6.059.506.200 dinyatakan merupakan uang asli.
Sementara itu, uang dolar Amerika Serikat senilai USD 6.370.921 juga telah diverifikasi keasliannya oleh United States Secret Service melalui surat hasil pemeriksaan tertanggal 16 Juli 2026.

Adapun uang dolar Singapura sebesar SGD 16.068.804 dipastikan asli berdasarkan hasil uji laboratorium kriminalistik Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri.
Menurut Budi, seluruh pemeriksaan dilakukan melalui tahapan pemeriksaan fisik maupun laboratorium untuk memastikan keaslian setiap barang bukti.
Di sisi lain, Kejaksaan Agung terus memperluas penyidikan dengan menerbitkan tiga surat perintah penyidikan (Sprindik) baru yang berkaitan dengan dugaan korupsi dan TPPU yang melibatkan Febrie Adriansyah.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa ketiga Sprindik tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas pelimpahan perkara dari kepolisian.
Tiga perkara yang kini disidik meliputi: Dugaan korupsi dan TPPU terkait PT Krakatau Steel, Dugaan korupsi dalam pengadaan batu bara untuk PLTU PLN yang disebut mengakibatkan pemadaman listrik (blackout) dan Dugaan korupsi dalam perkara PT Asabri.
Untuk menangani rangkaian perkara tersebut, Kejaksaan Agung membentuk tim khusus beranggotakan sembilan jaksa senior, yang sebagian besar merupakan mantan penyidik dan penuntut di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kejagung menegaskan tim ini dipilih karena memiliki pengalaman dan kompetensi tinggi dalam menangani perkara korupsi berskala besar.
Kasus yang menyeret Febrie Adriansyah kini memasuki babak baru. Setelah keaslian barang bukti dipastikan dan penyidikan diperluas ke sejumlah perkara strategis, perhatian publik tertuju pada langkah penyidik berikutnya serta kemungkinan pengembangan terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
πΏππ«ππ¨π ππ£π«ππ¨π©ππππ¨π πππππ ππ§ππ’π¨πͺπ¨ ππ
ππππ©π€π§ – πππ ππ
