🇺🇸🇮🇷 Intelijen AS Akui: Serangan Lanjutan Tak Akan Buat Iran Tunduk
👉 Penilaian intelijen AS terbaru yang diperoleh The Washington Post menyimpulkan bahwa serangan Amerika selanjutnya tidak akan secara signifikan melemahkan Iran, apalagi mendorong Teheran melunakkan sikapnya dalam negosiasi.
📑 Laporan yang sebagian besar berdasarkan analisis CIA itu menyatakan Iran mampu bertahan dari tekanan militer berkelanjutan. Padahal penilaian sebelumnya menyebut Iran hanya bisa bertahan 3-4 bulan dari blokade laut AS sebelum mengalami krisis ekonomi parah.
🔶 *Strategi AS menemui jalan buntu*
Selama berbulan-bulan, serangan militer, tekanan ekonomi, dan upaya melumpuhkan kemampuan militer Iran gagal menghasilkan penyerahan seperti yang diharapkan Washington. Sebaliknya, Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap aset-aset AS di kawasan.
🔶 *Terjebak antara perang dan damai*
“Kedua negara saat ini berada dalam situasi antara perang dan damai. Ada eskalasi besar, lalu diikuti periode relatif tenang,” kata Jonathan Panikoff, mantan pejabat intelijen nasional AS untuk kawasan Timur Dekat.
💬 “Saya kesulitan melihat pilihan yang baik bagi Amerika Serikat,” ujarnya.
🔶 *Harapan yang keliru*
Panikoff menilai harapan bahwa Iran akan menjadi lebih fleksibel karena tekanan militer AS “hampir pasti keliru”. Ia juga menegaskan AS tidak mungkin melakukan operasi darat di Iran.

🔶 *Lingkaran eskalasi tanpa ujung*
Penilaian ini muncul di tengah kampanye tekanan militer AS yang terus berlanjut. AS berulang kali meningkatkan serangan, sementara Iran membalas dengan menyerang aset militer Amerika di berbagai wilayah.
Kedua negara sempat mencapai nota kesepahaman untuk mengakhiri permusuhan pada April lalu. Namun negosiasi mandek akibat berulangnya pelanggaran gencatan senjata oleh AS. Serangan kembali dimulai pada Juli. Kini sejumlah media mulai mempertanyakan apakah AS memiliki strategi yang jelas selain terus melakukan eskalasi.
𝘿𝙞𝙫𝙞𝙨𝙞 𝙄𝙣𝙫𝙚𝙨𝙩𝙞𝙜𝙖𝙨𝙞 𝙇𝙞𝙙𝙞𝙠 𝙠𝙧𝙞𝙢𝙨𝙪𝙨 𝙍𝙄
𝙀𝙙𝙞𝙩𝙤𝙧 – 𝙑𝙞𝙠𝙝𝙖
𝙎𝙪𝙢𝙗𝙚𝙧 : 𝙎𝙥𝙠 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖
