Keluhan Warga Terdampak Galian Proyek Desa Terhadap Pemdes Pilangsari, Kecamatan Kalitidu Terabaikan

BOJONEGORO, medialidikkrimsus-ri.net || Wariadi warga desa Pilangsari RT 01 RW 02, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro rumah kediamanmya mengalami banyak penggeseran, yang mana beberapa sudut tiang rumah pada retak dan bahkan terputus. Hal tersebut diduga disebabkan adanya dampak daripada “GALIAN” proyek desa tanpa dipasang Udith ataupun tanpa Tembok Penahan Tanah (TPT) sehingga saat galian tersebut tergenang banjir membuat rumah tinggal warga retak-retak dan bergeser. Selasa (19/03/24).

Menurut Wariadi, Keluhannya terhadap Pemdes Pilangsari direspon cepat, namun secara teori saja, terbukti sampai saat ini tidak ada tindakan penanganannya, hal tersebut membuat hati warga kecewa, kepada siapa lagi warga masyarakat ketika terkena dampak harus mengadu.

“Keluhan saya pertama direspon sama Pemdes Pilangsari, disurve semua perangkat desa, juga disurve Trantib Kecamatan Kalitidu, namun saya tunggu-tunggu ya gak ada kabar selanjutnya, gak tau kepada siapa lagi saya mengadu”, ungkap Wariadi.

Dari pantauan ataupun data yang dihimpun media ini, pada tahun 2023 awal bulan, ada realisasi proyek desa yaitu proyek Pembangunan Uditch yang lokasinya di dusun Jambe RT 01 – RT 05, sumber dananya dari Alokasi Dana Desa(ADD) Tahap III Tahun 2022, dengan volume sejumlah 114 titik, nilai anggaran fantastik tinggi yaitu Rp 190 juta, pelaksananya Timlak Pembangunan Desa Pilangsari, namun galian yang berada disamping pas rumah warga hanya digali tanpa dipasang uditch atau tembok penahan tanah, sedang kedalaman galian mencapai 1 meter lebih dan jarak dari pondasi rumah hanya sekitar 1 meter, sehingga sangat berpengaruh pada keselamatan rumah.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Wariadi warga terdampak sudah mengadu ke Pemdes Pilangsari, dan Pemdes sudah surfe, bahkan dari Trantib Kecamatan Kalitidu juga sudah surfe, namun sampai saat ini tidak ada penangananya, dikawatirkan ketika galian itu tergenang banjir lagi akan sangat berbahaya rumah warga tersebut.

Keterangan Kepala Dusun Jambe yang sekaligus timlak pada berita pertama, “Wa’alaikumsalam, besuk masih diproses. Tunggu ko BPBD, menowo oleh santunan. Ki kan tepak to mas pas onok banjir, InsyaAllah besuk ada solusi. Sementara diatasi di suntik dulu, iki lagi dimusyawarahne”, ungkap Kepala Dusun Jambe Saekan kepada media ini diberita yang terbit sebelumnya.

Keterangan Kasi Trantib Kalitidu pada berita sebelumnya, “Wa alaikumussalam salam Wr Wb. Untuk laporan dari desa nanti kalo hujan reda saya bawa ke PJ dpmd satpol dan dinsos”, tutur Kasi Trantib Kecamatan Kalitidu kepada media ini pada berita sebelumnya.

PJ Bupati Bojonegoro Andriyanto pada hari minggu 17 Maret 2023 ketika dikirim berita sebelumnya tentang keluhan warga masyaakat yang rumahnya kena dampak galian oleh media ini, beliaunya menanggapi dengan sangat positif,

“Itu penggalian apa Pak?”, tanyanya beliau PJ Bupati Bojonegoro Andriyanto kepada media ini.

Warga masyarakat sangat berharap kepada Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Pusat serta Instansi tetkait lainnya untuk menanggapi, menangani dan menanggulangi apa yang menjadi keluhan warga, dan perlu diketahui bahwa adanya suatu pemerintahan karena juga adanya masyarakat, dalam hal ini warga sangat berharap dengan sepenuh hatinya.

(Tim Investigasi Medialidikkrimsus-ri.net / Red)

Related posts

Leave a Comment