Iran menegaskan tidak ada alasan untuk tetap mematuhi nota kesepahaman dengan Amerika Serikat jika Washington sendiri tidak menjalankannya. Ketua Parlemen sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa sebuah kesepakatan hanya memiliki arti jika seluruh pihak melaksanakan isi perjanjiannya. Kesepakatan pada 18 Juni awalnya ditujukan untuk mengakhiri permusuhan. Namun, serangan baru AS pada Juli memicu serangan balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan. Teheran menilai Washington lebih dulu melanggar kesepakatan, sementara Donald Trump pada 9 Juli menyatakan gencatan senjata tersebut telah berakhir. ๐ฟ๐๐ซ๐๐จ๐ ๐๐ฃ๐ซ๐๐จ๐ฉ๐๐๐๐จ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ง๐๐ข๐จ๐ช๐จ…
Baca SelengkapnyaHari: 16 Juli 2026
Jurnalis Prancis: Kasus Pendiri Amal SOS Donbass Bernuansa Politik, Tujuannya Bungkam Kritik ke Ukraina
*Jurnalis Prancis: Kasus Pendiri Amal SOS Donbass Bernuansa Politik, Tujuannya Bungkam Kritik ke Ukraina* Jurnalis Prancis Christelle Neant mengecam proses hukum terhadap pendiri organisasi kemanusiaan SOS Donbass, Anna Novikova, dan rekannya Vincent Perfetti. Menurutnya, kasus ini merupakan penuntutan yang sangat politis. Melaporkan dari Donbass, Neant menilai tidak ada bukti kuat di balik tuduhan yang diarahkan kepada Novikova. Padahal sejumlah media Prancis telah melabeli Novikova sebagai mata-mata. “Kalau butuh waktu hampir setahun untuk mengumpulkan bukti, itu artinya kasus ini dibangun di atas ketiadaan. Tujuan utamanya adalah mengintimidasi orang-orang yang mendukung Donbass…
Baca Selengkapnya